Beredar Surat Panggilan Tito, Oposisi Difitnah Lagi!!

ANTIPEMERINTAH.COM – Beredar surat panggilan KPK kepada Kapolri, Tito Karnavian di media sosial. Surat panggilan ini pertama kali disebar oleh akun twitter @twitajaib. Dalam postingan thread twitter tersebut, @twitajaib menyebut nama Mustofa Nahra, Dahnil Anzar dan Hanafi Rais.

Baca: https://news.detik.com/berita/4273869/beredar-surat-pemanggilan-jenderal-tito-kpk-hoax

Akun @twitajaib mengatakan bahwa ada konspirasi antara Mustofa, Dahnil dan Hanafi untuk membuat skenario tentang surat panggilan KPK kepada Tito. Atas beredarnya bukti-bukti itu, KPK dan Polri membantah keaslian surat panggilan tersebut.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah dengan tegas mengatakan bahwa surat tersebut palsu. Untuk menangani kasus ini, KPK dan Polri akan bekerja sama untuk menyelidiki pelaku penyebar surat itu.

Baca : https://news.detik.com/berita/4273888/diadu-domba-kpk-polri-buru-pembuat-surat-palsu-panggilan-tito

Atas beredarnya postingan tersebut, perhatian publik langsung tertuju kepada Mustofa, Dahnil dan Hanafi Rais. Netizen memburu ketiga tokoh tersebut untuk menanyakan kebeneran dari cuitan @twitajaib tersebut.

Mustofa Nahra dalam akun twitter pribadinya @AkunTofa langsung memberikan tanggapannya. Mustofa pun membantah bahwa dia terlibat dalam skenario tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya adalah korban fitnah dari akun @twitajaib.

Baca : https://twitter.com/AkunTofa/status/1055604394626973696

Tak berbeda dengan Mustofa, Dahnil Anzar juga membantah cuitan @twitajaib. Dalam akun twitter pribadinya @Dahnilanzar ia memberikan pernyataannya.

“Terkait dengan info hoax email yg mengatasnamakan email saya, Mas Hanafi dan Mustofa saya berharap polisi bisa menangkap akun yg menebar hoax tersebut sesegera mungkin.”

Baca : https://twitter.com/Dahnilanzar/status/1055676236700123137

Beredarnya postingan dari @twitajaib memang membuat kerugian bagi pihak oposisi. Saat ini posisi Mustofa, Dahnil dan Hanafi sedang serba salah. Mereka seperti disudutkan dengan kesalahan yang tidak dilakukan.

Dalam postingan Mustofa dan Dahnil sudah sangat jelas bahwa keduanya tidak pernah melakukan percakapan via email tersebut. Sudah jelas bahwa ini adalah skenario yang dimainkan cebong untuk menjatuhkan pihak oposisi.

Permainan yang dilakukan cebong sangat terbaca. Mereka sengaja melempar umpan untuk menggiring opini publik agar oposisi disalahkan atas kasus ini. Tentu ini adalah sebuah kejahatan yang sangat biadab!

Polri dan KPK harus secara serius menangani kasus ini. Hukum harus ditegakkan secara adil. Usut terus kasus ini hingga pelaku tertangkap!

Bagi Mustofa, Dahnil dan Hanafi, ayo buktikan bahwa ini adalah the real hoaks in the world. Berikan saja akun email kalian kepada Polri untuk membantu proses penyelidikan pelaku. Kami berada di belakang kalian untuk membela. Jangan sampai fitnah membunuh tokoh-tokoh oposisi.

Kita semua pasti bisa melawan hoaks ini. ini adalah fitnah yang sangat kejam! Ayo bantu proses penyelidikan. Tunjukkan kerjasama kalian. Usut tuntas fitnah ini. Indonesia harus berantas hoaks. Jangan sampai hoaks meracuni pikiran masyarakat! (*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *