Politik Sontoloyo, Jokowi Ketakutan

ANTIPEMERINTAH.COM – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) kembali mengeluarkan pernyataan kontroversional dengan mengatakan banyak politikus yang sontoloyo. Pernyataan ini dilontarkan Jokowi saat menghadiri pembagian 5000 sertifikat tanah di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama Jakarta Selatan pada Selasa (23/10).

Baca : https://news.detik.com/berita/4271633/jokowi-buka-bukaan-soal-politik-sontoloyo

Pernyataan Jokowi tersebut menuai banyak tanggapan. Beberapa politisi yang memberikan tanggapan diantaranya Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, hingga Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Baca : http://wow.tribunnews.com/2018/10/25/para-tokoh-tanggapi-pernyataan-jokowi-soal-politikus-sontoloyo-dari-fadli-zon-hingga-mardani-ali?page=2

Hinca Panjaitan menilai perkataan Jokowi tersebut adalah sebuah ungkapan rasa tertekan. Menurut Hinca, Jokowi terlalu memikirkan kritik yang diberikan kepadanya. Oleh sebab itu, Jokowi merasa tertekan dan diluapkan dalam perkataan tersebut.

Berbeda dengan Hinca, Fadli Zon menyayangkan perkataan Jokowi tersebut. Menurutnya, kalimat “politikus sontoloyo” tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang presiden. Apalagi kalimat itu diarahkan kepada pihak-pihak yang sering memberikan kritik kepadanya (oposisi), termasuk Fadli Zon. Fadli menilai sikap Jokowi menunjukkan bahwa Jokowi ketakutan menghadapi pihak oposisi.

Berbeda dari kedua tokoh yang mengkritik sikap Jokowi, Mardani Ali Sera menilai perkataan Jokowi adalah hak menyampaikan ekspresi. Mardani pun tidak merasa tersindir dengan ucapan Jokowi sebab menurutnya, pihaknya tidak pernah melakukan hal-hal yang disampaikan Jokowi. Mardani malah menyebut Jokowi menggiring opini publik agar masyarakat membenci pihak oposisi.

Menanggapi komentar publik terhadap sikapnya, Jokowi lalu memberikan komentar. Ia membela kalau kalimat ‘politikus sontoloyo’ keluar karena kelepasan. Jokowi berdalih bahwa selama ini sudah cukup sabar menahannya, tetapi kali ini ia sudah terlalu jengkel sehingga kalimat tersebut keluar secara spontan.

Baca : https://news.detik.com/berita/4271484/sebut-politik-sontoloyo-jokowi-saya-kelepasan-jengkel-saya

Kali ini Jokowi benar-benar sudah menunjukkan siapa dirinya sebenarnya. Kalimat yang dilontarkannya secara spontan tersebut merupakan luapan ekspresinya. Ini menunjukkan bahwa Jokowi benar-benar sudah tertekan dengan keadaan.

Jokowi sudah sadar bahwa tokoh-tokoh oposisi semakin gencar menunjukkan kelemahan Jokowi kepada publik. Jokowi cemas hal tersebut akan semakin mempengaruhi masyarakat. Ia sudah tidak dapat berfikir jernih karena emosi yang ada di dalam diri sudah semakin menumpuk.

Baca : https://news.detik.com/berita/4272073/pengamat-jokowi-kesal-karena-berharap-menang-mutlak-tapi

Jokowi minder karena elektabilitas Prabowo Subianto sebagai lawannya semakin tinggi. Hal ini membuat Jokowi semakin kesal. Ia berharap kemenangan mutlak, tetapi kenyataannya elektabilitasnya masih stuck.

Oleh karena itu, Jokowi mengeluarkan statement kontroversial tersebut. Secara tidak langsung Jokowi ingin menfitnah kelompok oposisi dengan mengatakan ‘politikus sontoloyo’. Ia ingin menggiring opini bahwa kelompok lawan tidak layak mengalahkannya di Pilpres 2019.

Sungguh lucu, dengan dalih keceplosan, niatnya menjatuhkan oposisi sangat murahan. Menggunakan kata ‘sontoloyo’ menjadikan jati dirinya terlihat. Citra ‘kalem’ yang selama ini melekat pada sosok Jokowi ternyata hanya topeng. Akibat kejadian ini, publik dapat melihat bahwa Jokowi adalah sosok yang kasar. Sifat kasarnya lama kelamaan akan nampak saat ia dalam kondisi terpojok seperti saat ini. (*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *