Bukti Kebodohan Banser : Pembakaran Bendera Tauhid

ANTIPEMERINTAH.COM – Peringatan Hari Santri Nasional dinodai oleh aksi heroik kelompok Banser. Anggota Banser melakukan pembakaran bendera tauhid di Alun-alun Kecamatan Limbangan, Garut pada Senin (22/10). Kejadian yang terekam dalam sebuah video tersebut langsung viral di media sosial. Aksi pembakaran bendera tauhid itu juga mendapat kecaman dari masyarakat.

Baca : https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/10/23/ph11m4384-pembakaran-bendera-tauhid-terus-menuai-kecaman

Setelah mendapat kecaman dari netizen, GP Anshor pun memberikan pembelaannya. Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Anshor, Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bendera yang dibakar personel Barisan Anshor Serbaguna (Banser) di Garut pada Senin (22/10) kemarin bukanlah bendera tauhid. GP Anshor menyatakan itu adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Baca : https://news.detik.com/berita/4268881/gp-ansor-yang-dibakar-itu-bendera-hti

Padahal, bendera yang dibakar dalam video tersebut berbeda dari bendera HTI. Hal ini juga dijelaskan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas menyatakan bendera yang dibakar dalam insiden tersebut bertuliskan lafadz Tauhid dan bukan merupakan bendera HTI.

Baca : https://nasional.tempo.co/read/1139081/kata-mui-yang-dibakar-di-garut-bukan-bendera-hti/full&view=ok

Pernyataan wakil ketua MUI tersebut jelas membantahkan klarifikasi dari GP Anshor. Hal ini juga menunjukkan bahwa anggota Banser adalah kumpulan orang-orang bodoh. Mereka tidak bisa membedakan antara Panji Rasul dengan lambang HTI.

Ketidaktahuan anggota Banser tentang perbedaan tersebut juga merupakan potret buruknya Banser. Aksi pembakaran bendera tauhid tersebut dilakukan tanpa komando. Hal ini menunjukkan bahwa Banser adalah organisasi yang liar. Komando tidak jelas menunjukkan buruknya koordinasi dalam organisasi.

Selain itu, perilaku liar Banser tersebut juga menunjukkan bahwa ada ketidakseimbangan di tubuh Banser. Tidak ada sinkronisasi antara pembinaan ideologi, agama, dan ilmu pengetahuan. Selama ini, yang ditanamkan dalam pikiran anggota Banser hanyalah ideologi keagamaan. Mereka tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan yang baik tentang agama maupun kebangsaan.

Hal ini menunjukkan bahwa NU sebagai pihak yang mewadahi Banser tidak meningkatkan kelas Banser. NU hanya memanfaatkan Banser sebagai ‘tukang gebuk’ dalam organisasinya. Banser tidak lebih dari preman pasar yang menjaga keamanan pasar. Mereka terlihat kuat di luar tetapi dari dalam mereka hanya sebuah kotak kosong.

Citra agama yang selama ini menjadi dasar terbentuknya organisasi NU tidak dapat melekat pada Banser. Selama ini masyarakat hanya tertipu oleh embel-embel ‘NU’ pada Banser. Padahal perilaku Banser sangat jauh dari norma agama yang seharusnya.

Insiden pembakaran bendera Tauhid ini telah membukakan mata kita semua. Bahwa Banser yang selama ini selalu menggaungkan pembelaan terhadap Islam ternyata sama bejatnya. Mereka tega membakar kalimat tauhid dengan kedok membela Islam. Hal itu adalah sebuah tindakan idiot yang tidak seharusnya dilakukan oleh orang normal.

Banser adalah organisasi yang terdiri dari orang-orang bodoh dan tidak paham agama. Mereka adalah lambang organisasi radikal yang sesungguhnya. Banser tidak layak bertahan di Indonesia. Organisasinya sudah bobrok sejak dari akarnya. Hal ini tidak boleh dibiarkan saja.

Sebagai kaum pembela Islam, ayo suarakan kebenaran! Jangan sampai termakan oleh propaganda yang dilakukan Banser. Mereka mau merusak dan membunuh Islam dengan menggunakan kerudung Islam. BANSER BEJAT!! (*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *