Ahmad Dhani Dilarang ke Yerussalem, Bukti Polisi Anti Oposisi

ANTIPEMERINTAH.COM – Ahmad Dhani Prasetyo ditetapkan sebagai tersangka kasus ‘Banser Idiot’ oleh polisi pada 18 Oktober 2018. Penetapan kasus tersangka Ahmad Dhani karena ucapannya saat akan mengadakan deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya.

Baca : https://news.detik.com/berita/4263221/ahmad-dhani-tersangka-lagi

Sebagai akibatnya, polisi melarang Ahmad Dhani untuk pergi ke luar negeri selama 6 bulan. Padahal dalam waktu dekat Ahmad Dhani sudah berencana untuk pergi ke Yerussalem. Hal ini sudah direncanakan sejak jauh hari sebelum ia ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi melarang Dhani pergi ke Yerussalem. Padahal kepergiannya ke Yerussalem karena alasan bisnis. Dhani memiliki sebuah bisnis travel agent yang mengharuskannya pergi ke Yerussalem setiap dua bulan sekali.

Baca : http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2018/10/21/54988/dicegah_ke_luar_negeri_ahmad_dhani_tiap_2_bulan_saya_ke_yerusalem/

Pelarangan Ahmad Dhani pergi keluar negeri merupakan sebuah tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh polisi. Hal itu pun disampaikan oleh pengacara Dhani, Aldwin Rahadian. Aldwin juga meminta pihak kepolisian untuk bersikap adil dan profesional. Karena pelarangan Ahmad Dhani keluar negeri merupakan sebuah bentuk pelanggaran HAM.

Baca : https://news.detik.com/berita/4266141/ahmad-dhani-dicegah-keluar-negeri-pengacara-polisi-berlebihan

Aldwin lalu membandingkan kasus yang menjerat Ahmad Dhani dengan perkara lainnya. Menurut Aldwin banyak perkara yang sudah jelas kasusnya namun tidak beri perhatian lebih oleh kepolisian.

“Saya membandingkan begini, kenapa posisi Ade Armando yang jelas-jelas melakukan penodaan agama yang pernah di SP3 terus oleh LBH dipraperadilankan dan diputuskan oleh pengadilan untuk kembali menjadi tersangka, itu selama hampir 1 tahun tidak diproses kembali oleh kepolisian? Nggak malah (dicegah ke luar negeri),” tuturnya (dikutip dari detik.com).

Aldwin juga menyatakan polisi harus bisa bersikap adil dan profesional terhadap setiap kasus terutama di tahun politik saat ini. Jangan sampai sikap kepolisian yang tidak profesional menimbulkan adanya keberpihakan yang dilakukan oleh polisi dalam menangani suatu kasus.

Ahmad Dhani sebagai pihak yang bersangkutan pun juga memberikan pernyataan terkait pelarangannya pergi ke luar negeri. Menurutnya, pelarangan tersebut mengakibatkan pihaknya rugi. Hal itu tak lepas dari urusan tour dan travel religi yang dijalaninya. Bahkan, akibat dikeluarkannya surat pelarangan tersebut, Ahmad Dhani semakin yakin bahwa polisi anti-pemerintah.

Baca : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181022095135-12-340306/dicegah-ke-luar-negeri-dhani-makin-yakin-polisi-anti-oposisi

Ungkapan Dhani tidak lepas dari fakta-fakta yang dilakukan oleh pihak polisi. Kepolisian seakan selalu menargetkan tokoh-tokoh oposisi. Termasuk keputusan penetapan tersangka kepada Ahmad Dhani. Hal ini diduga sebagai upaya kriminalisasi terhadap kubu oposisi.

Ditambah pula pencekalan Ahmada Dhani untuk pergi ke luar negeri. Hal ini semakin membuktikan bahwa sebenarnya kepolisian sudah dimanfaatkan oleh suatu pihak untuk membatasi pergerakan Dhani. Ini adalah upaya untuk menjatuhkan Dhani yang selama ini berada di pihak oposisi.

Sungguh malang nasib Ahmad Dhani. Dia adalah korban kedzaliman pemerintah. Dia adalah korban persekusi di Surabaya tetapi malah dijadikan tersangka. Tak hanya itu, kebebasan hidup Ahmad Dhani juga dibatasi. Kini Ahmad Dhani sudah dapat dikendalikan oleh pemerintahan saat ini.

Ini adalah bukti kedzaliman pemerintah. Manfaatkan kekuasaan untuk bungkam suara oposisi. Kejam! Sudah saatnya rezim ini diganti!!! (*)

Spread the love

2 thoughts on “Ahmad Dhani Dilarang ke Yerussalem, Bukti Polisi Anti Oposisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *